Cara Membudayakan Hidup Bebas Sampah

Ditjen IKP – Kesadaran akan budaya dalam mengurangi sampah memang sudah seharusnya dilakukan mulai dari diri sendiri. Di negara kita Indonesia, sampah merupakan salah satu masalah yang cukup rumit karena jumlahnya terus meningkat disetiap tahunnya. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya nampaknya juga masih menjadi problema di masyarakat kita.

Seiring berkembangnya tingkat pemikiran masyarakat dan didukung dengan kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, maka sudah seharusnya masyarakat memiliki tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih dari sebelumnya. Beragam informasi tentang pentingnya lingkungan bersih dan sehat dapat sudah mudah diketahui melalui media online dan lain sebagainya.

Tentu saja lingkungan dengan kondisi bersih dan sehat akan membuat kita nyaman dan kesehatan tubuh akan terjaga dengan baik. Karena kesehatan tubuh manusia berada pada posisi paling vital. Alasannya tentu akan mengarah pada keberagaman kegiatan hidup manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menginformasikan bahwa negara kita Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut paling banyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016.

Tidak hanya itu, volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018 ini, dan sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang kebanyakan adalah sampah plastik.

Telah banyak himbauan dan aturan berkaitan tentang pengurangan penggunaan plastik yang dilakukan pemerintah namun hasilnya masih belum terlihat hingga sekarang. Memprihatikan bukan?

Jadi, jika kamu ingin anak-cucu kamu dimasa depan bisa menikmati kehidupan dengan lingkungan yang lebih sehat dan bersih maka mulailah peduli terhadap lingkunganmu mulai sekarang dengan salah satunya mengurangi penggunaan plastik.

Ini dia beberapa tips sederhana yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mengurangi penggunaan plastik:

Mulai beralih ke botol minuman yang dapat digunakan berkali-kali

Setiap tahunnya, hampir 3 juta ton sampah plastk di seluruh dunia berasal dari botol air minum kemasan sekali pakai. Khusus di Amerika Serikat, 80% botol-botol tersebut gagal untuk didaur ulang. Untuk mengatasinya, pilihlah botol-botol minuman yang bisa digunakan berkali-kali, seperti botol dari stainless steel   atau yang bebas BPA.

Membawa tas belanjaan sendiri

Sekitar 500 miliar hingga satu triliun benda yang dibuang oleh manusia setiap tahunnya adalah sampah kantong plastik sekali pakai (sekitar satu juta kantong plastik setiap menitnya). Padahal sampah jenis ini membutuhkan waktu 1000 tahun untuk dapat terurai. Oleh karena itu, menggunakan dan membawa tas belanjaan sendiri dapat menjadi pilihan. Beberapa bahkan sudah didesain agar dapat dilipat kecil, agar mudah dibawa. Hal ini juga telah menjadi informasi program pemerintah melalui Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Novrizal Tahar. Pemerintah akan melakukan pembatasan penggunaan plastik

Menggunakan makanan yang tidak dikemas

Produk komersial tentunya akan menarik apabila kemasannya juga menarik. Berbeda sekali dengan produk yang tidak dikemas. Namun, dikarenakan dapat menimbulkan sampah, maka ada baiknya untuk memilih makanan tanpa kemasan plastik. Memilih sabun batangan dapat dijadikan contoh karena menggunakan kertas, tidak seperti sabun cair yang menggunakan plastik.

Memasak makanan segar

Makanan olahan yang menggunakan kemasan tidak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi makanan segar. Lagi pula, penelitian di Portland, Amerika Serikat menunjukan bahwa menggunakan makanan segar dapat menghemat pengeluaran sekitar 30-60 persen.

Daur Ulang

Masih ingat konsep 3R (reduce, reuse, recycle )? Konsep ini dapat diterapkan ketika tidak dapat mengurangi atau menggunakan kembali kemasan plastik. Namun, usaha untuk mendaur ulang (recycle ) nampaknya bukan sekadar tugas lembaga tertentu, melainkan tugas semua pihak.